Tag Archives: kelebihan joomla

Mempercepat Akses Website Joomla

ekstensi utama joomla

Apakah kalian menggunakan Joomla sebagai CMS (Content Management System) pada website? Lalu, apakah kalian merasa bahwa loading website kalian terasa lambat? Jangan langsung menyalahkan koneksi internet kalian. Walaupun ada kemungkinan kecil dari koneksi (apalagi yang menggunakan modem). Sebenarnya ada banyak sekali trik untuk mempercepat website Joomla, setidaknya trik ini dapat mengurangi kecurigaan kalian terhadap koneksi yang mempengaruhi kenerja load website kalian.

JCH Optimize merupakah plugin Joomla yang bertujuan memberikan optimalisasi kecepatan akses website kita melalui script untuk file Javascript dan CSS yang tertujuan untuk megurangi jumlah permintaan HTTP yang dikirim oleh browser. Kombinasi antara Javascript dan CSS ini dapat lebih dioptimalkan dengan mengkompres file dengan gzip, begitu juga dapat mengkompres output HTML sehingga membuat proses untuk mengakses website menjadi cepat.

Optimalisasi ini dapat mengurangi beban server, kebutuhan bandwidth, dan waktu loading halaman. Selain fitur mempercepat load website, JCH Optimize juga memberikan beberapa fitur lain seperti:

1. Menggabungkan file Javascript/CSS ke dalam satu file.

2. Menggabungkan gambar ke dalam sprite

3. Dapat meletakan Javascript pada akhir baris halaman agar dapat optimal di download

4. Mendukung aturan import pada file CSS

JCH Optimize juga tersedia dalam versi premium dan pastinya dengan tambahan lebih banyak fitur untuk lebih mengoptimalkan website kita. Fitur-fitur tambahan yang bisa didapatkan, yaitu:

  • Mengoptimalkan pengiriman CSS.
  • Dukungan domain CDN.
  • Mengoptimalisasikan gambar.
  • Mengoptimalkan load gambar.

Pada halaman Joomla Extensions Directory (JED), JCH Optimize mendapatkan respon yang cukup baik dari para penggunanya, tentu tidak ada salahnya untuk menggunakan plugin ini, jika konfigurasinya tepat website joomla kita akan bertambah cepat atau bahkan jauh lebih cepat dari sebelumnya.

Sebelum memulai, alangkah baiknya kita mengetahui berapa nilai kecepatan kita, langkah pertama ialah akses ke website GTMetrix, dan ingat berapa nilai website kita sebelum memasang plugin JCH Optimize. Atau kita dapat mendaftar untuk menyimpan history pengecekan sebelumnya. Sedikit penjelasan untuk proses instalasinya ialah :

  1. Download JCH di http://extensions.joomla.org/extensions/extension/core-enhancements/performance/jch-optimize.
  2. Pasang di website Joomla kita.
  3. Kemudian dari menu Extensions –> Plug-in Manager –> Aktifkan System-JCH Optimize.
  4. Rubah urutan JCH pada halaman website kita.

Setelah melakukan proses diatas jangan lupa untuk mengecek website kita pada GTMETRIX, dan lihat apakah kecepatan aksesnya sudah berubah atau belum. Namun untuk memiliki web yang cepat tidak hanya bergantung pada optimalisasi web tersebut, peran pendukung seperti server hosting juga menjadi penentu.

Hal Penting Untuk Memilih Extension Joomla

ekstensi utama joomla
ekstensi utama joomla

Joomla adalah salah satu pilihan CMS yang dapat kita gunakan untuk membuat sebuah website jenis profil / portal dengan mudah. Misalnya untuk website sekolah, perusahaan, dan organisasi. Namun sampai saat ini kami melihat sudah banyak sekali website dibuat dengan Joomla, tetapi hanya sekadar sampai di tahap dimana dia bisa tampil dengan bagus dan enak dipandang pengunjung saja. Belum banyak yang mengetahui bahwa di dalam Joomla itu juga ada banyak sekali fitur-fitur unggulan joomla yang sangat penting dan bermanfaat dalam pengembangan website anda ke depannya.Termasuk dalam pengembangan extension – extension kedepannya.

Sekarang ini ribuan jenis extension bisa ditemukan di dalam direktori extension Joomla(extensions.joomla.org),tanpa dipungut biaya. Tentunya bukan hal yang mudah mencari dan menemukan jenis extension yang benar-benar cocok dan sempurna. Berikut ini adalah kiat yang bermanfaat untuk mencari dan menemukan jenis extension yang tepat sesuai kebutuhan.

  1. Langkah pertama, tentunya terlebih dahulu kita harus benar – benar memahami apa saja yang dibutuhkan, kemudian carilah di dalam direktori menggunakan kata kunci yang berhubungan dengan kebutuhan. Misalkan saja dibutuhkan extension yang berkaitan dengan periklanan, maka gunakan kata kunci “Advertise” untuk mencarinya di dalam direktori tersebut.
  2. Dari daftar pencarian yang muncul, bacalah penjelasan singkat mengenai extension – extension tersebut dan temukan extension yang sesuai, lalu klik untuk melihat rincian penjelasan dari extension tersebut.
  3. Pada rincian penjelasan, jangan lupa untuk memperhatikan kapan extension tersebut dibuat, dan kapan terakhir kali diperbaharui. Cek tanggal update apakah developnya sering mengupdate extension tersebut
  4. Bacalah review dari para pengguna extension tersebut walaupun hanya sepintas saja. Hal ini dapat membantu kita untuk mengetahui bagaimana kinerja dari extension tersebut, apakah ada masalah atau ada komentar – komentar yang kurang memuaskan atau ada komentar bagus untuk extension tersebut. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa lebih tahu kegunaan extension tersebut.
  5. Kunjungi situs website developer extension tersebut.
  6. Apabila tersedia website demo yang menggunakan extension yang sekiranya ingin kita gunakan, pastikan extension tersebut bekerja dengan baik di website Joomla.
  7. Cobalah mengunjungi forum Joomla untuk mengetahui informasi lebih kanjut dari extension – extension tersebut.

Langkah – langkah tersebut bisa membantu kita untuk yakin dalam pemilihan dan tata cara penggunaan extension – extension yang sekiranya akan kita gunakan untuk website Joomla kita.

jakartawebhosting.com, Hosting Terbaik di Indonesia

Jakarta Web Hosting Indonesia
Jakarta Web Hosting Indonesia

Perubahan Fitur Joomla 3.4

Joomla sudah dijadikan andalan bagi developer website atau blogger. Karena kepercayaan dari pengguna, Joomla secara terus menerus mengembangkannya ke versi terbaru dan ditunjang dengan fitur baru juga yang membuat pengguna semakin merasa nyaman menggunakan Joomla. Jika kalian adalah pengguna sejati dari Joomla maka bersiaplah, karena secara resmi developer Joomla telah merilis Joomla versi 3.4. Dengan fitur baru yang diperkenalkan, seperti CMS front end module editing, decoupling of weblinks, composer integration, Google new reCaptcha dan perbaikan keamanan dengan menerapkan kode UploadShield yang dapat mendeteksi sebagian upload berbahaya dengan memeriksa nama file dan isi file.

Perubahan seperti apa yang ditawarkan tim developer untuk Joomla versi 3.4 ini. Oke sekarang kita akan mengupas sedikit apa saja perubahan yang didapatkan dalam Joomla versi 3.4 ini.

Decouple/memisahkan Weblinks

Dikarenakan komitmen yang diinginkan developer Joomla untuk membuat website lebih ringan ketika di akses, maka tercetuslah ide ini. Ide dimana component Weblinks ditiadakan atau dihilangkan dari distribusi inti Joomla. Akan tetapi anda tak perlu khawatir, karena develop inti joomla memberikan jaminan bahwa ektensi-ekstensi yang sebelumnya tersedia pada distribusi joomla akan tetap ada di Joomla Extensions Directory atau lebih dikenal dengan JED, dan cara pemasangannyapun sama dengan ekstensi-ekstensi joomla pada umumnya.

Front End Module Editing (CMS)

Ketika Joomla versi 3.2 dirilis, pengguna Joomla diberikan fitur untuk mengubah pengaturan modul ketika log in di halaman depan dengan satu kali klik pada ikon kecil “edit” yang ditempatkan pada setiap modul tanpa memerlukan akses ke area administrator. Menyambung fasilitas ini, Joomla versi 3.4 akan dilengkapi dengan fasilitas pengubahan modul dari halaman depan berdasarkan standar pengaturan Joomla ACL, yang akan lebih mudah bagi pemula.

Implementasi Microdata

Ketika Joomla versi 3.2 telah dikenalkan library JMicrodata, dan pada rilis Joomla versi 3.3 dikenalkan lagi unsur-unsur microdata menjadi dua layout komponen inti. Untuk Joomla versi 3.4, Tim developer Joomla memastikan untuk terus memperbaiki library JMicrodata untuk memastikannya lebih fleksibel dan mudah digunakan untuk pengguna dari semua tingkat keahlian dan terus menerapkan elemen microdata dalam layout inti Joomla. Microdata adalah cara menambahkan informasi kontekstual ke website kita dan isinya, yang memungkinkan mesin pencari untuk lebih memahami informasi yang disediakan.

Integrasi Composer

Tidak seperti versi sebelumnya. Pada versi 3.4 ini tim develop Joomla sudah mengatur agar kita bisa mengintegrasikan composer ke CMS untuk mengelola dependasi dari luar seperti Joomla Framework dan PHPmailer.

Google Captcha REcaptcha

Google Captcha REcaptcha diperkenalkan Google sebagai API untuk menghindari texting atau fungsi input tulisan ataupun pendaftaran agar menghindari user yang berjenis robot. Joomla pun menggunakan API Google tersebut untuk fungsi pendaftaran calon pengguna. Tetapi pada versi 3.4 ini, dengan maksud untuk mengganti API tersebut, Joomla menyediakan click box. Dengan click box calon pengguna hanya tinggal mengkliknya saja tanpa harus.

Kira – kira seperti itulah perubahan yang akan kita dapatkan untuk Joomla versi 3.4 ini. Semoga dengan fitur baru tersebut para pemula ataupun pengguna yang sudah Advance akan merasakan manfaatnya.

Jakartawebhosting.com pilihan terbaik untuk Joomla Hosting Anda

Jakarta Web Hosting Indonesia
Jakarta Web Hosting Indonesia

 

Cara Upgrade Joomla Bagi Pemula

Cara menginstall joomla untuk pemulaBerikut cara praktis untuk mengupgrade joomla 2.5 ke versi 3.x. Sebelum mengupgradenya, pastikan dulu kita backup dengan software atau cara apapun yang terpenting jangan lupa untuk membackupnya. Mari kita mulai langkah – langkahnya.

Langkah 1 Instal Joomla

Sebelum memulainya pastikan juga spesifikasi kita mencukupi untuk dijadikan host Joomla 3.x. Untuk mengetahui apakah hosting kita sudah memenuhi syarat untuk host Joomla 3.x ini, kita dapat melihatnya Disinisebenarnya tidak diperlukan spesifikasi khusus untuk Joomla 3.x ini, namun untuk berjaga – jaga apa salahnya kita ketahui dulu requirenya.

Langkah 2 Instal Joomla

Sekali lagi sebelum kita memulainya, ada hal yang harus kita perhatikan terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mengecek semua ekstensi (template/komponen/plugin/modul). Kemudian pastikan setiap ekstensi sudah kompatibel dengan joomla 3.x.  Pastikan ketika kita telah menginstal tempalte joomla 2.5 yang kita perlukan untuk mengubahnya dengan template joomla 3.x  yang kompatibel.

Baca juga: 10 Ekstensi Utama Untuk Website Joomla

Langkah 3 Instal Joomla

Langkah yang sederhana, kita hanya perlu mendownload dan mengupdate semua extension (belum termasuk Joomla) yang kita perlukan agar kompatibel dengan joomla 3.x tapi jangan mengupgrade template sebelumnya dulu. Kemudian  sekali lagi kita harus membackupnya, lalu kita lanjutkan ke langkah berikutnya.

Langkah 4 Instal Joomla

Hapus semua ekstensi yang tidak kompatibel dengan joomla 3.x. Caranya adalah, pergi ke admin panel kita lalu hapus ekstensi yang tidak diperlukan untuk joomla 3.x. Sangat disarankan dalam melakukan hal ini kita harus dalam keadaan yang fresh atau tidak dalam kondisi lelah, karena diperlukan ketelitian yang sangat tinggi agar tidak salah dalam proses penghapusan ekstensi ini. Kemudian pergi ke Manage Extensions lalu pilih Komponen, hapus komponen yang tidak diperlukan. Lakukan hal tadi untuk proses plugin dan modul, tapi harus diingat agar berhati hati supaya upgrade yang sudah kita lakukan di langkah 3 tidak terhapus juga.

Langkah 5 Instal Joomla

Update joomla 2.5 kita ke versi 3.x. Pada tahap ini kita sudah siap untuk melakukan proses upgrade joomla kita. Langkah yang harus dilakukan adalah, pergi ke komponen “Joomla Update” dan global “Option” icon (yang berada di kanan atas layar). Sekarang kembali ke Joomla update dan kita akan melihat bahwa versi 3.x telah tersedia! klik UPDATE dan dalam hitungan detik situs kita akan berada di Joomla 3.

Langkah 6 Instal Joomla

Upload template dan ekstensi baru dari joomla 3.x ini dan konfigurasikan.

Akhirnya proses untuk mengupgrade Joomla kita selesai. Semoga tutorial ini dapat membantu kalian semua.

Upgrade lah Hosting Joomla Anda ke JakartaWebhosting.com

Jakarta Web Hosting Indonesia
Jakarta Web Hosting Indonesia

Hosting Website Menggunakan Joomla Versus Dotnetnuke

Hosting Website Menggunakan Joomla Versus Dotnetnuke
Ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi untuk mendapatkan website handal dan bisa dimanfaatkan untuk keperluan e-commerce. Anda harus memilih pilihan terbaik mulai dari CMS sampai jenis layanan hosting yang ditawarkan perusahaan tertentu.Untuk membangun sebuah website yang handal, Anda membutuhkan CMS berkualitas. Ada banyak pilihan yang bisa Anda terapkan seperti WordPress, Joomla, atau Dotnetnuke. Setiap CMS mempunyai fitur handal yang bisa Anda manfaatkan untuk membangun sebuah website. Namun, setiap CMS juga mempunyai kekurangan tersendiri. Ada begitu banyak pilihan dan Anda bisa menyesuaikan pilihan Anda dengan kebutuhan atau konsep website yang diinginkan. CMS dilengkapi dengan fitur untuk membangun website dengan konsep tertentu. Fitur tersebut bisa diterapkan untuk berbagai keperluan seperti e-commerce hosting. Bagaimanakah perbandingan antara Joomla dan Dotnetnuke?

CMS Joomla

Joomla adalah salah satu CMS terbaik yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Banyak web developer percaya pada kualitas dan fitur CMS ini. Bahkan, CMS ini juga dilirik oleh pemilik website besar. Dengan dukungan komunitasnya, Joomla mampu berkembang sangat pesat. Anda bisa menemukan perubahan yang cukup signifikan dari setiap update terbaru dari CMS ini. Meskipun fiturnya lengkap dan perkembangannya sangat cepat, Joomla bisa digunakan secara gratis. Jika Anda ingin membangun sebuah website berbasis Joomla, Anda hanya perlu mengeluarkan uang untuk webhosting. Apa saja kelebihan lain yang dimiliki Joomla?

Mudah dijalankan. Joomla adalah platform yang user friendly dan bisa dijalankan dengan mudah. Pengguna awam bisa menjalankannya tanpa perlu mempelajari bahasa pemrograman yang rumit sekalipun. Jika Anda memprioritaskan kemudahan, Joomla adalah pilihan tepat. Joomla mudah untuk dijalankan baik secara online atau offline. CMS ini bisa menjadi pilihan tepat bagi mereka yang baru mempelajari CMS dari nol. Joomla bisa dijadikan media pembelajaran yang tepat.

Fitur melimpah. Joomla menawarkan banyak fitur menarik yang bisa diaplikasikan untuk website Anda. Jika Anda ingin membangun website handal dengan kecepatan loading yang bagus, Anda bisa menggunakan Joomla. Ada banyak dukungan plugin yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan kecepatan loading dan mendatangkan lebih banyak pengunjung.

Ada banyak kelebihan yang ditawarkan Joomla. Sebagai CMS handal, Joomla memang menawarkan begitu banyak kemudahan dan kebebasan dalam membangun sebuah website. Namun, Joomla juga memiliki banyak kekurangan yang perlu Anda ketahui.

Kurang aplikatif untuk SEO. Para pakar SEO cenderung memilih WordPress ketimbang Joomla untuk membangun website yang lebih SEO friendly.

Ketiadaan multisite. Tidak ada istilah website induk dan website anak di Joomla CMS. Joomla tidak bisa digunakan untuk membuat kedua tipe website tersebut. Jika Anda ingin mengatur website yang lebih kompleks, waktu yang dibutuhkan juga lebih banyak.

CMS Dotnetnuke

Dotnetnuke juga bisa menjadi pilihan lain yang perlu Anda pertimbangkan untuk membangun website. Ada banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung bisnis online Anda. Konsepnya hampir sama seperti Joomla. CMS ini adalah opensource sehingga Anda bisa menggunakannya dengan bebas tanpa harus memikirkan lisensinya. Dengan CSM ini, Anda juga bisa mendapatkan keamanan dan kestabilan untuk website Anda. Apa saja kelebihan yang dimiliki Dotnetnuke ini?

Mudah dijalankan. Anda bisa menginstal Dotnetnuke dengan mudah karena tampilannya memang disesuaikan agar lebih user friendly.

Fitur multi bahasa. Dengan fitur lokalikasi ini, Anda bisa menerjemahkan konten website Anda dalam beberapa bahasa sekaligus.

Mungkin Dotnetnuke hosting tidak sepopuler Joomla hosting di Indonesia dan Anda tentu akan menemukan sedikit kesulitan ketika ingin mendapatkan informasi atau tips yang relevan dengan masalah yang Anda temukan saat menggunakan Dotnetnuke.